Gemati Astha Wastra

ARTIKEL

Sebuah perjalanan mengenal batik dan menjadikan batik sebagai wujud cita, asa dan rasa.

Jakarta, Juli 2026

Ditulis oleh Janti Hendro untuk Yayasan Gemati Astha Wastra

Sumber foto : Yayasan Gemati Astha Wastra

Dari perjalanan Jakarta-Jogja yang berulang beberapa tahun terakhir, serta dari perjalanan mencintai kain-kain yang ada di lemari uyut, oma, uti, mama dan banyak lemari lainnya yang menyimpan kain-kain batik, sarung-sarung, dan beragam tenunan lainnya.

Lalu dari banyak kain-kain yang hilang jejaknya karena berbagai insiden, mulai dari kebakaran, diperjualbelikan, hingga yang terabaikan begitu saja, maka dimulailah keinginan untuk mengarsipkan setiap helai kain, sarung, tenunan tersebut.

Dalam salah satu perjalanan ke Jogja, lalu berkenalan dengan seorang pedagang kain, yang membanggakan dirinya karena mengkhususkan jual beli kain-kain lawas milik kolektor atau bahkan milik para bangsawan yang membutuhkan uang dengan cara cepat kepada wisatawan asing.

Lalu diperkenalkan pada salah satu komunitas yang mentereng, tetap dengan bangga mengatakan, kain-kain kami batik tulis halus dengan motif langka yang sudah tinggal satu2nya ada hanya dimiliki oleh mereka dan hanya mampu dibeli oleh wisatawan asing.

Sungguh dirasa sangat menyedihkan, apakah yang akan tersisa sebagai warisan untuk anak cucu kita nanti, pada saat semua yang terbaik yang tersisa dari masa lalu sudah tidak ada jejaknya lagi?

Perenungan yang dalam, kepedihan yang terasa, keterbatasan yang dimiliki, melahirkan tekad dihari tua, sebagai manusia harus tetap memiliki arti dan makna untuk sesuatu yang sudah mengetuk hati, bahwa segala keterbatasan tidak boleh menang, bahwa kekuatan untuk memiliki makna dan arti bagi anak cucu sebagai warisan harus bisa menjadi kenyataan,

Maka dimulailah perjalanan dari satu museum ke museum lainnya, dari satu kota ke kota lainnya, dari satu pameran ke pameran lainnya, dari satu toko ke toko lainnya, dari satu kolektor menuju ke kolektor lainnya.

Dari perasaan jatuh bangun yang kerap hadir, untuk tetap bisa mewujudkan cita-cita dan harapan agar apa yang diimpikan bisa menjadi kenyataan, dari kain-kain yang merupakan warisan oma, sampai akhirnya bertambah dengan berbagai cara untuk mendapatkannya, dari pasar klitihan sampai galeri-galeri dan milik kolektor yang sudah tidak mampu lagi untuk merawat kainnya, atau bahkan hanya karena membutuhkan uang.

Dari belasan kain sampai akhirnya menjadi ratusan helai kain, dan akhirnya Yayasan ini berdiri, adalah awal dari perjalanan panjang untuk harapan yang mulai menunjukan arahnya.

Setiap tempat yang didatangi apakah itu museum, pameran,galeri seni mengajarkan banyak hal tentang kain-kain dan spirit yang menjadi tujuan dari didirikannya Yayasan ini.

Meskipun kadang dalam setiap kunjungan pun bisa menghadirkan kegamangan, apakah mampu untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan dan cita-cita ini, kehadiran orang-orang yang terlibat sejak awal, membangunkan rasa keterpurukan atau rasa ketidakmampuan itu untuk dilawan, membangkitkan semangat lagi untuk terus melangkah, setiap kedatangan ke Jogja, Solo dan tempat-tempat lainnya, menumbuhkan semangat bahwa semua akan terwujud.

Website, Youtube, dan setiap koleksi yang dimiliki Yayasan ini akan menjadi warisan untuk anak cucu di kemudian hari.

Selamat menikmati.

Youtube Video :

“Cerita awal bagaimana Gemati Astha Wastra dimulai sampai akhirnya menjadi teman baik di masa tua”

Gemati Foundation (Yayasan Gemati Astha Wastra)

info@gematifoundation.org